Metode Penelitian

Hai gais, kamu lagi pusing-pusingnya ngerjain skripsi.? Berikut ini akan di gambarkan bagaimna metode penelitian dan khususnya apa saja yang ada di bab 3.

Jangan lupa baca artikel ini sampe selesasi agar kamu memahami bagaimana skripsi kedepannya.

Metode Penelitian

pengertian metode penelitian
emerer.com

Metode penelitian adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat ditemukan, dibuktikan dan dikembangkan suatu pengetahuan sehingga pada gilirannya dapat digunakan untuk memahami, memecahkan dan mengantisipasi masala.

Setiap penelitian juga ada yang menggunakan metode deskriptif dan juga metode verifikatif dengan pendekatan Kuantitatif .

Menurut (Sugiono, 2012) Metode deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk menggambarkan variabel mandiri, baik pada satu variabel atau lebih (variabel yang berdiri sendiri) tanpa membuat perbandingan dan mencari variabel itu dengan variabel lain” (Sugiono, 2012)

Metode verifikatif adalah sebagai penelitian yang dilakukan terhadap populasi atau sampel tertentu dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan”.(Sugiono, 2012).

Jenis dan Sumber Data

jenis jenis data
rhipe.com

Data yang digunakan adalah data yang bersifat kuantitatif (yang dinyatakan dalam angka-angka, menunjukan nilai terhadap besaran atau variabel yang diwakilinya).

Dan data yang bersifat time series, yaitu data yang merupakan hasil pengamatan dalam suatu periode tertentu, Sedangkan data yang bersifat kualitatif digunkan untuk mendukung dan memahami pristiwa dibalik data kuantitatif. Adapun jenis yang digunakan, yaitu diantaranya :

Jenis Data

Data Primer

Data Primer  adalah data yang diperoleh peneliti secara langsung. Contoh: data yang diperoleh dari responden melalui kuosioner, kelompok focus, dan panel, atau juga data hasil wawancara peneliti dengan narasumber.

Data Sekunder

Data sekunder adalah data yang diperoleh peneliti dari sumber yang sudah ada. Contoh: catatan atau dokumentasi perusahaan berupa absensi, gaji, laporan keuangan, publikasi perusahaan, laporan pemerintah, data yang diperoleh dari majalah, dan lain sebagainya.

Variabel Penelitian dan Operasionalisasi Variabel

contoh variabel dan operasionalnya
slideserve.com

Menurut Sugiono (2003) “Variabel penelitian adalah suatu hal yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya”.

Variabel penelitian terbagi menjadi dua macam yaitu:

Variabel Bebas

Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya dependent variabel (terikat). Variabel ini sering disebut stimulus, predictor atau antecedent.

Menurut Sugiono (2012) “Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab atau timbulnya perubahan variabel dependent”. Variabel independent dalam penelitian ini adalah pelatihan dan motivasi sebagai variabel (X).

Variabel Tidak Bebas atau Terikat (Dependent Variabel)

Variabel tidak bebas atau terikat yaitu variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat, karena adanya variabel bebas.

Menurut Sugiyono (2012) “Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat, karena adanya variabel bebas”. Variabel dependent dalam penelitian ini adalah Kinerja sebagai variabel (Y).

Sesuai dengan judul skripsi yaitu Pengaruh pelatihan dan motivasi terhadap kinerja karyawan maka terdapat dua vaiabel dalam penelitian ini.

Sumber Data dan  Tekhnik Pengumpulan Data

teknik mengumpulkan data yang benar
reliableacademy.com

Data yang digunakan dan dianalisi dalam penelitian ini bersumber pada masalah-masalah mengenai kinerja karyawan dalam sebuah organisasi maupun ketidak konsistenan bentuk penelitian.

Adapun Tekhnik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan kuesioner (angket).

Menururt Sugiyono (2013) “Kuesioner merupakan tekhnik pengumpulan data yang digunakan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan-pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawabnya”.

Kuesioner juga cocok digunakan bila jumlah responden cukup besar dan tersebar diwilayah yang luas. Kuesioner berupa pertanyaan tertutup ataupun terbuka, dapat diberikan kepada responden secara langsung atau dikirim melalui pos, atau internet.

Selain kuesioner peneliti juga menggunakan metode kepustakaan dalam tekhnik pengumpulan data. Metode kepustakaan dilakukan dengan mempelajari buku-buku, dan penelitian-penelitian sebelumnya dengan tujuan untuk memperoleh data sekunder yang berhubungan dengan penelitian ini.

Teknik pengumpulan data merupakan salah satu aspek yang berperan dalam kelnacaran dan keberhasilan dalam suatu penelitian. Dalam penelitian ini metode pengumpulan data yang digunakan adalah sebagai berikut:

Angket dan kuesioner adalah tekhnik pengumpulan data melalui formulir-formulir yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang diajukan secara tertulis pada seseorang atau sekumpulan orang untuk mendapatkan jawaban atau tanggapan dan informasi yang diperlukan oleh peneliti (Arikunto, 2006).

Penelitian ini menggunakan angket atau kuesioner, daftar pertanyaan dibuat secara berstruktur dengan bentuk pertanyaan pilihan berganda (multiple choice question) dan pertanyaan terbuka (open question).

Metode ini digunakan untuk memperoleh data tentang persepsi desain interior dari responden. Angket atau kuesioner dalam penelitian ini digunakan dalam mencari data mengenai komitmen organisasional, kompensasi, dan kinerja karyawan ditempat yang akan di teliti.

Angket dalam penelitian ini adalah angket tertutup, yaitu angket yang sudah di sediakan jawabannya, reponden tinggal memilih dan menjawab secara langsung oleh responden sendiri.

Populasi dan Sampel

banyaknya populasi dan sampel penelitian
slideplayer.info

Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditari kesimpulannya.

Sugiono (2012). Jadi populasi bukan hanya orang, tetapi juga objek dan benda benda alam lainya.

Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada objek/subjek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik/sifat yang dimiliki oleh subjek atau objek yang diteliti itu.

Sampel

Menurut Darmawan (2013) “Sampel adalah sebagian dari populasi, artinya tidak ada sampel jika tidak ada populasi. Sampel ditentukan peneliti berdasarkan pertimbangan masalah, tujuan, hipotesis, metode”, dan instrumen penelitian, disamping pertimbangan waktu, biaya dan pembiyaan.

Dalam penentuan jumlah sampel pada penelitian ini adalah dengan menggunkan teknik sensus sampling, yaitu menjadikan seluruh popolasi sebagai sampel penelitian.

Pengujian Instrumen Penelitian

alat pengujian data dengan spss
wikimedia.org

Uji Validitas

Validitas adalah suatu tingkat yang mengukur karakteristik yang ada dalam xindikator-indikatornya. Validitas konstrak diukur dengan koefisien korelasi antara skor masing-masing indikator/item pertanyaan (xj) dengan skor totalnya/faktor (x).

Uji Reabilitas

Reabilitas adalah suatu tingkatan yang mengukur konsistensi hasil jika dilakukan pengukuran berulang-ulang pada suatu karakteristik. Pengujian reabilitas dapat dihitung dengan menggunakan SPSS.

Untuk mengetahui reliabilitas pelatihan, motivasi dan kinerja karyawan (Kuantitas output, kualitas Output, jangka waktu output, kehadiran ditempat kerja dan sikap koopratif) dapat dilihat dari kaidah reliabilitas Triton (2005) yangn dikelompokan kedalam lima kelas rank yang sama, maka ukuran kemantapan alpha dapat diinterpretasikan sebagai berikut :

Analisis Data

teknik mengalisis data
i0.wp.com

Analisi Korelasi

Analisis korelasi parsial (Partial Correlation) digunakan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel dimana variabel lainnya yang dianggap berpengaruh dikendalikan atau dibuat tetap (sebagai variabel control).

Nilai korelasi (r) berkisar 1 sampai -1, nilai semakin mendekati 1 tau -1 berarti hubungan antara dua variabel semakin lemah. Nilai positif menunjukan hubungan searah (X naik maka Y naik) dan nilai negatif menunjukan hubungan terbalik (X naik maka y turun). Data yang digunakan biasanya biasanya berskala interval atau rasio.

Metode ini menggambarkan secara asosiatif ataupun relasi satu variabel dengan variabel lainnya, korelasi diukur dengan suatu koefisien (r), yang mengindikasikan seberapa banyak relasi antar dua variabel (X) dan (Y).

Satu hal yang perlu diingat adalah “korelasi tidak menyatakan sebab-akibat” Darmawan (2013) menurut Sugiyono (2012) pedoman untuk memberikan interprestasi koefisien korelasi sebagai berikut.

Analisis Regresi Berganda

Metode analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis regresi berganda.

Analisis berganda menurut Sugiyono (2010) digunakan oleh peneliti, bila peneliti bermaksud meramalkan bagaimana keadaan (naik turunnya) variabel dependen, bila dua atau lebih variabel independen sebagai factor predictor dimanipulasi (dinaik turunkan nilainya).

Nilai koefisien regresi sangat menentukan sebagai dasar analisis, mengingat penelitian ini bersifat fundamental method. Hal ini berarti jika jika nilai koefisien positif (+) maka dapat dikatakan terjadi pengaruh positif antara variable independent dengan variable dependent.

Demikian pula sebaliknya apabila koefisien negative (-) maka terjadi pengaruh negative antara variable independent dengan variable dependent.

Uji Koefisien Determinasi (R²)

pengaruh variabel penelitian
slideplayer.info

Uji Koefisien determinasi (R²) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai koefisien determinasi adalah nol dan satu. Nilai R² yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas.

Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen (Ghozali, 2011)

Berdasarkan perhitungan koefisien determinasi, maka dapat dihitung koefisien determinasi yaitu untuk melihat berapa besar presentasi pengaruh variabel X1 dan X2 teradap Y. Adapun koefisien determinasi yang digunakan yaitu:

KD = r² x 100%

Uji Hipotesis

dugaan sementara penelitian
sosiologis.com

Pengujian hipotesis adalah metode pengambilan keputusan yang didasarkan dari analisi data, baik dari percobaan yang terkontrol, maupun observasi (tidak terkontrol).

Pengujian hipotesis dilakukan untuk menguji hipotesis tentang koefisien regresi yang diperoleh tersebut sebelumnya dan dapat diketahui apakah persamaan regresi yang di peroleh tersebut dapat dipertanggung jawabkan.

Jika hasil analisi menunjukan bahwa persamaan regresi yang dibentuk tersebut signifikan atau dapat dipertanggungjawabkan, maka persamaan regresi tersebut dapat digunakan untuk meramal variabel terikat.

Menurut Sugiyono (2010) persamaan regresi dapat digunakan untuk melakukan prediksi seberapa tinggi nilai variabel dependen bila nilai variabel independen dimanipulasi (dirubah-rubah).

Nilai koefisien regresi sangat menentukan sebagai dasar anlisis, mengingat penelitian ini bersifat fundamental method. Hal ini berarti jika nilai koefisien positif (+) maka dapat dikatakan terjadi pengaruh positif antara variabel independent dengan variabel dependent.

Demikian pula sebaliknya apabila koefisien negative (-) maka terjadi pengaruh negatif antara variabel independent dengan variabel dependent.

Uji Parsial

Uji parsial Menggunakan uji t, yaitu menguji seberapa jauh pengaruh satu variasi penjelas/independent secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependent.

Pengambilan keputusan berdasarkan pengambilan nilai hitung dan nilai kritis sesuai dengan tingkat dengan tingkat sihnifikan yang digunakan yaitu 0,05 pengambilan keputusan didasarkan nilai probabilitas yang didapatkan dari hasil pengolahan data melalui program SPSS statistik Parametrik sebagi berikut:

Ho= Variabel independent secara parsial tidak tidak berpengaruh terhadap variabel dependent.

Ha= Variabel independent secara parsial berpengaruh terhadap variabel dependen.

Dasar pengambilan keputusan :

  • Jika probabilitas <0,05 maka Ho diterima dan hasilnya signifikan.
  • Jika probabilitas >0,05 maka Ho ditolak dan hasilnya tidak signifikan.

Nilai probabilitas dari uji t dapat dilihat dari hasil pengolahan dari program SPSS pada tabel COEFFICIENT kolom sig atau significance Sugiyono (2009).

secara parsial adalah sebagai berikut:

  • Merumuskan hipotesis
  • Menentukan tingkat signifikansi yaitu sebesar 5% atau 0.05
  • Mencari nilai thitung dan ttabel
  • Membandingkan nilai thitungdan ttabel
  • Berdasarkan probabilitas

Dasar pengambilan keputusan dengan membandingkan nilai thitung dengan ttabel sebagai berikut:

  1. Jika thitung≥ttabel , maka tolak Ho artinya signifikan
  2. Jika thitung≤ ttabel, maka terima Ho artinya signifikan

Uji Simultan

Uji simultan ini menggunakan uji F untuk megetahui apakah semua variabel independen yang dimasukan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen.

Pembuktian dilakukan dengan cara membandingkan antara signifikansinya dengan nilai F (hitung) yang terdapat pada tabel analisi varian.

Jika nilaim signifikansinya dibawah 0,05 maka keputusan menolak hipotesis nol (H0) dan menerima hipotesis alternatif (Ha), artinya secara statistik data yang digunakan untuk membuktikan bahwa semua variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat.

Pengambilan keputusan didasarkan nilai probabilitas yang di dapatkan dari hasil pengolahan data melalui program SPSS statistik parametrik sebagai berikut.

Ho = Variabel independen secara simultan tidak berpengaruh terhadap variabel dependen.

H1 = Variabel independen secara simultan berpengaruh terhadap variabel dependen.

Dasar pengambilan keputusan:

  1. Jika Probabilitas >0,05 Maka HO diterima.
  2. Jika Probabilitas <0,05 Maka Ho ditolak

Nilai Probabilitas dari uji F dapat dilihat dari hasil pengolahan dari program SPSS pada tabel ANOVA kolom sig atau significance (Ghozali, 2005).

Menurut Kuncoro (2001) uji statistic F pada dasarnya menunjukan apakah semua variabel bebas yang dimasukan dalam model penelitian mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel terikat

Dimana K adalah jumlah independen variabel dan N adalah jumlah sampel. Dari hasil uji F yang dilakukan nantinya, dapat dilihat apakah variabel-variabel independent yang diujikan memiliki pengaruh terhadap dependen variabel.

Langkah-langkah yang dilakukan dalam pengujian ini adalah sebagai berikut:

  1. Merumuskan hipotesis
  2. Menentukan tingkat signifikansi yaitu sebesar 5% atau 0.05
  3. Mencari nilai Fhitung dan Ftabel
  4. membandingkan nilai Fhitung dan Ftabel
  5. dasarkan probabilitas

Kaidah pengujian signifikansi:

  • Jika FhitungFtabel, maka tolak H0 artinya signifikan dan
  • FhitungFtabel, maka terima H0 artinya tidak signifikan

Baca juga artikel Pengertian Manajemen

 

Tinggalkan komentar