Pengertian Kurikulum

Pasti kalian tidak asing dengan kata kurikulum karna kalian pasti anak seklahan namun masih banyak dari kalian hanya sekedar tahu kata namun tidak tahu maknanya.

Berikut ini akan dijelaskan tentang pengertian kurikulum dan apa saja yang ada didalamnya.

Pengertian kurikulum

pengertian kurukulum yang benar
bse.annibuku.com

Menurut wikipedia Secara etimologis, kurikulum berasal dari bahasa inggris yaitu kata curriculum yang berarti rencana pelajaran (Echolz:1984).

Sedangkan Kata Curriculum sendiri berasal dari kata “Currere yang berarti berlari cepat, tergesa gesa, menjelajahi, menjalani, dan berusaha (Hassibuan:1979).

Dalam kamus Webster’s tahun 1857, secara gamblang kurikulum diartikan sebagai rancangan sejumlah mata pelajaran yang harus dikuasai oleh siswa untuk naik kelas atau mendapatkan ijazah (menyelesaikan studinya).

Jadi dapat disimpulkan kurikulum adalah sebagai rencana kedepannya bagaimana nantinya beberapa pelajaran yang akan dipelajari oleh siswa supaya nantinya belajar hingga naik kelas dan lulus.

Pengertian kurikulum menurut para ahli

pendapat para ahli tentang kurikulum
1.bp.blogspot.com

Berikut ini pengertian Kurikulum menurut para ahli

  1. Menurut Soedijarto

kurikulum merupakan serangkaian pengalaman dan kegiatan belajar yang direncanakan untuk diatasi oleh siswa dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan oleh suatu lembaga pendidikan yang berwenang.

Adapun di Indonesia, dalam UU No.20 tahun 2003 pasal 1 ayat (19), kontitusi menyatakan:

bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

Lebih lanjut pada pasal 36 ayat (3) disebutkan bahwa kurikulum disusun sesuai dengan jenjang dan jenis pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan :

  1. peningkatan iman dan takwa
  2. peningkatan akhlak mulia;
  3. peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat peserta didik;
  4. keragaman potensi daerah dan lingkungan;
  5. tuntutan pembangunan daerah dan nasional
  6. tuntutan dunia kerja;
  7. perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni;
  8. agama;
  9. dinamika perkembangan global; dan
  10. persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan

 

Komponen Kurikulum

komponen-komponen kurikulum
4.bp.blogspot.com

Adapun Salah satu fungsi kurikulum ialah sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan yang pada dasarnya kurikulum memiliki komponen pokok dan komponen penunjang yang saling berkaitan dan berinteraksi satu sama lainnya dalam rangka mencapai tujuan tersebut.

Komponen merupakan satu sistem dari berbagai komponen yang saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya, sebab kalau satu komponen saja tidak ada atau tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Ada yang mengemukakan 5 komponen kurikulum dan ada yang mengemukakan hanya 4 komponen kurikulum. Untuk mengetahui pendapat para ahli mengenai komponen kurikulum, seperti berikut ini :

Subandiyah (1993: 4-6) mengemukakan ada 5 komponen kurikulum, yaitu:

  1. komponen tujuan
  2. komponen isi/materi
  3. komponen media (sarana dan prasarana)
  4. komponen strategi
  5. komponen proses belajar mengajar.

Sementara, Soemanto (1982) mengemukakan ada 4 komponen kurikulum, yaitu:

  1. Objective (tujuan)
  2. Knowledges (isi atau materi)
  3. School learning experiences (interaksi belajar mengajar di sekolah)
  4. Evaluation (penilaian).

Jenis kurikulum

jenis-jenis kurikulum yang kami ketahui
www.duniadosen.com

Adapun ada 3 jenis kurikulum.

  1. Open curriculum (kurikulum terbuka)

artinya kurikulum = guru. Guru memiliki kebebasan untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan keinginan dan kemampuannya.

  1. Close curriculum (kurikulum tertutup)

artinya kurikulum sudah ditentukan secara pasti mulai tujuan,materi, metode dan evaluasinya, sehingga guru tinggal melaksanakan apa adanya.

  1. Guide curriculum (kurikulum terbimbing),

artinya kurikulum setengah terbuka, setengah tertutup. Rambu-rambu pengajar telah ditentukan dalam kurikulum, akan tetapi guru masih diberi kemungkinan untuk mengembangkan lebih lanjut dalam kelas.

Fungsi Kurikulum

fung-fungsi kurikulum
mualliminenamtahun.net

Nasution mengatakan kurikulum ada 3 (tiga) jenisnya,  yaitu:

1.Separate subject curriculum Artinya segala bahan pelajaran yang disajikan dalam subject/mata pelajaran yang terpisah-pisah, yang satu lepas dari yang lain.
Subject atau mata pelajaran ialah hasil penglaman umat manusia sepanjang masa, atau kebudayaan dan pengetahuan yang dikumpulkan oleh manusia sejak dahulu, lalu  disusun secara logis dan sistematis, disederhanakan dan disajikan kepada anak didik sesuai dengan usianya masing-masing.

2.Corelated curriculum Artinya masing-masing tiap mata pelajaran itu mempunyai hubungan.

Korelasi ada 3 macam

  • Korelasi secara insidental
  • Hubungan yang lebih erat, satu pokok bahasan dilihat dari berbagai sudut mata pelajaran
  • Mata-mata pelajaran yang difusikan/disatukan, dengan menghilang-kan batas-masing-masing. Misalnya IPS, IPA, Matematika, Kesenian (Broad field curriculum)

3.Integrated kurikulum

Dalam integrated curiculum meniadakan batas-batas antara berbagai mata pelajaran dan menyajikan bahan pelajaran dalam bentuk unit atau keseluruhan sehingga diharapkan akan membentuk anak-anak menjadi  pribadi yang terintegrated.

Baca juga

1.Pengertian kewirausahaan

2.Pengertian Visi dan misi

3.Arti Endorse

Perbedaan kurikulum 2013 dan 2017

perbedaan kurikulum 2013 dan sesudah direvisi
bse.annibuku.com

Kurikulum yang diterapkan sekarang adalah yang versi 2017 akan diterapkan di pendidikan Nasional dan revisi dari yang 2013 pada. Seperti kita ketahui bahwa pada kurikulum 2013 (kurtilas) lalu sangat sulit untuk diterapkan pada peserta didik.

Tetapi pada kurikulum 2013 habis revisi ini kayanya agak lebih mudah dan agak susah juga. Sebab ada beberapa tambahan baru mengenai kurtilas habis revisi ini.

Jika ditinjauh dari Rencana Proses Pembelajaran (RPP) kurikulum Habis Revisi 2013 ada beberapa poin yang berubah seperti misalnya:

Yang pertama Jika sebelumnya kurikulum 2013 hanya menggunakan pembelajaran saintifik maka pada pembelajaran kurikulum 2013 habis Revisi akan bebas menggunakan jenis pembelajaran.

Jadi anda dapat memiliki pembelajaran apa sajah yanng anda sukai.

Yang kedua Pada kurikulum 2013 sebelumnya menggunakan tujuan Pembelajaran. Tetapi pada kurtilas habis revisi terbaru tidak menggunakan Tujuan.

Dalam artian bukan berarti tidak memiliki tujuan tetapi digabung dengan Indikator.

Yang ketiga Pada kurikulum 2013 terbaru terdapat tambahan pada sistem penilainya. Dalam hal ini dibawah tempat tandatangan ditambahkan jenis atau kolom cara penilaian yang kita akan lakukan. Sedangkan kurtilas lama tidak ada.

Yang ke empat Pada kurtilas Habis Revisi yang akan diterapkan pada tahun 2016 terdapat tambahan pada Kompetensi Inti (KI).

Jika sebelumnya hanya menggunakan tiga KI,maka sekarang ada penambahan pada menjadi 4 KI Spritual (Khusu PKN dan Agama).

Yang ke lima Kemudian pada pada penyusuna RPP Kurikulum 2013 Habis revisi dicantumkan mengenai Remedial dan Pengulangan pada siswa yang tidak sesuai dengan SKL (Standak Kompetensi Lulusan)

Tujuan Kurikulum

tujuan yang ingin dicapai dari kurikulum
d24yyfafl6nr53.cloudfront.net

Tujuan kurikulum pada hakikatnya adalah tujuan dari setiap program pendidikan yang akan diberikan kepada anak didik. Mengingat kurikulum adalah alat untuk mencapai tujuan pendidikan, maka tujuan kurikulum harus dijabarkan dari tujuan umum pendidikan.

Dalam sistem pendidikan nasional, tujuan umum pendidikan dijabarkan dari falsafah bangsa, yakni Pancasila.

Pendidikan nasional berdasarkan pancasila bertujuan meningkatkan kualitas manusia indonesia, yakni manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, berdisiplin, bekerja keras, tangguh, bertanggung jawab, mandiri, cerdas dan terampil serta sehat jasmani dan rohani.

Untuk memahami tujuan pendidikan John Dewey (1916) membandingkan antara hasil pendidikan dan tujuan pendidikan. selanjutnya Dewey memberikan gambarannya tentang angin yang berhembus di padang pasir yang menyebabkan pasir berpindah dari tempatnya.

inilah yang disebut hasil. Pasir berpindah karena hembusan angin sebagai hasil karena menunjukkkan efek,bukan tujuan.

Sedangkan hakekat tujuan pendidikan dapat di lihat dari gambaran sekelompok lebah yang membangun sarang,menghisap sari madu  dan memproduksi  madu.

Aktivitas lebah ini menunjukkan kegiatan bertahap,kegiatan satu mempersiapkan kegiatan berkutnya.ketika lebah membangun sarang,ratu lebah bertelur yang di simpan di sarang lebah, kemudian telur di jaga dalam temperature tertentu.

Setelah menetas, lebah muda di beri makan sampai tumbuh besar dan cukup kekuatan untuk mengumpulkan sari madu.

Tujuan selalu berkaitan dengan hasil, tetapi tujuan lebih merupakan kegiatan yang mengandung proses.tujuan menampilkan aktivitas yang teratur dan pada akhirnya tujuan akan berdampak pada hasil.

Manfaat kurikulum

berbagai manfaat dari kurikulum
encrypted-tbn0.gstatic.com

Dalam proses belajar kurikulum memiliki kedudukan yang sangat penting, karena dengan kurikulum peserta didik sebagai individu yang berkembang akan memperoleh manfaat.

1. Manfaat kurikulum bagi guru

  • Kurikulum sebagai pedoman bagi guru dalam merancang, malaksanakan, dan menilai kegiatan pembelajaran.
  • Membantu guru untuk memperbaiki situasi belajar.
  • Membantu guru menunjang situasi belajar ke arah yang lebih baik.
  • Membantu guru dalam mengadakan evaluasi kemajuan kegiatan belajar mengajar.
  • Memberikan pengertian dan pemahaman yang baik bagi guru untuk menjalankan tugas sebagai pengajar yang baik di kelas.
  • Mendorong guru untuk lebih kreatif dalam penyelenggaraan program pendidikan.

2. Manfaat kurikulum bagi sekolah

  • Kurikulum dijadikan sebagai alat untuk mencapai suatu tujuanpendidikan, baik itu dalam tujuan nasional, institusional, kurikuler, maupun dalam tujuan instruksional. Dengan adanya suatu kurikulum maka tujuan-tujuan pendidikan yang diinginkan oleh sekolah tertentu dapat tercapai
  • Mendorong terwujudnya otonomi sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan (KTSP)
  • Memberi peluang yang lebih luas kepada sekolah-sekolah plus untuk mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan (KTSP).

3. Manfaat kurikulum bagi masyarakat

  • Sebagai acuan untuk berpartisipasi dalam membimbing putra/putrinya di sekolah (dalam hal ini orang tua sebagai bagian dari masyarakat).
  • Dengan mengetahui suatu kurikulum sekolah, masyarakat dapat berpartisipasi dalam rangka memperlancar program pendidikan, serta dapat memberikan kritik dan saran yang membangun dalam penyempurnaan program pendidikan di sekolah.

4. Manfaat kurikulum bagi OrangTua

Bagi orang tua, kurikulum bermanfaat sebagai bentuk adanya partisipasi orang tua dalam membantu usaha sekolah dalam memajukan putra putrinya.

Bantuan yang sud  dapat berupa konsultasi langsung dengan sekolah/guru  mengenai masalah-masalah menyangkut anak-anak mereka. Bantuan berupa materi dari orang tua anak dapat melalui lembaga BP-3.

Dengan membaca dan memahami kurikulum sekolah, para orang tua dapat mengetahui pengalaman belajar yang diperlukan anak-anak mereka, sehingga partisipasi orang tua ini pun tidak kalah pentingnya dalam menyukseskan proses belajar mengajar disekolah.

5. Manfaat kurikulum bagi Siswa itu sendiri

Keberadaan kurikulum sebagai organisasi belajar  tersusun merupakan suatu persiapan bagi anak didik.

Anak didik diharapkan mendapatkan sejumlah pengalaman baru yang dikemudian hari dapat dikembangkan seirama dengan perkembangan anak, agar dapat memenuhi bekal hidupnya nanti.

Kalau kita kaitkan dengan pendidikan Islam, pendidikan mestinya diorientasikan kepada kepentingan peserta didik, dan perlu diberi bekal  pengetahuan untuk hidup pada zamannya kelak.

Contoh kurikulum

Tinggalkan komentar